Latest News

Tampilkan postingan dengan label Radikalisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Radikalisme. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Maret 2021

Nyaris Bunuh Ortu Krn Larang Ke Suriah

Ken Setiawan: Terpapar Radikalisme, Mahasiswa IPB Nyaris Bunuh Orang Tua Karena Larang Ke Suriah


Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center mengaku mendapatkan laporan dari masyarakat yang cukup histeris, pasalnya pelaku merupakan keponakan Polisi yang menjabat Wakapolres  dan tantenya adalah polwan dengan pangkat Kombes berdinas di Mabes Polri ini hampir membunuh orang tuanya karena dilarang berangkat ke Suriah.


Sebut saja Putra ( Nama Samaran) awalnya adalah anak yang taat dan penurut pada orang tua, rajin ibadah dan suka membantu teman yg membutuhkan.


Awal kecurigaan keluarga karena terjadi penyimpangan perilaku menurut kawan kawan saat berada di kampus IPB Bogor sering dialog frontal memojokan, menyalahkan pemerintah dan aparat, semua yang di lakukan oleh pemerintah dan aparat salah.


Ketika pulang ke rumah, Putra sampai mengecat dinding rumahnya yang semula putih lalu diganti dengan warna cat hitam dan ditengahnya ditulis kalimat tauhid.


Ketika minta dana dan tidak dikasih selalu marah marah, dan tidak tidak segan melempar perabot rumah tangga, 


Bahkan ketika kedua orang tuanya sedang sholat berjamaah dirumah sempat di tendang dan di pukul oleh Abdullah sampai lebam lebam dan memar karena tidak dikasih dana untuk keluar negeri dengan alasan jihad. Sempat ambil senjata tajam tapi berhasil orang tuanya.


Karena curiga, saat Putra kembali kuliah di Bogor, kedua orang tuanya menggeledah kamarnya dan ditemukan surat wasiat pamitan kalau Putra hendak berangkat ke Suriah untuk berjihad.


Akhirnya keluarga menghubungi Hotline NII Crisis Center di 0898-5151-228 dan minta untuk berdialog dengan Putra agar bisa kembali normal seperti sedia kala.


Melalui tahapan identifikasi, investigasi dan rehabilitasi akhirnya Putra menyadari kesalahan dan mulai berubah kembali walaupun belum seratus persen, terus diadakan dialog dan memberikan kegiatan agar tidak berfikir kembali radikal.


Menurut Ken, pola perekrutan radikal kini dilakukan secara acak, siapapun berpotensi direkrut.


Dulu ketika Ken bergabung di Negara Islam Indonesia, keluarga TNI/POLRI sangat di jauhi karena rentan dengan keamanan, kini asal di yakinkan bisa berbohong dan meninggalkan keluarga maka akan menjadi target dan direkrut juga. 


Ini tantangan berat pemerintah, sebab menurut Ken, persoalan terorisme tidak akan bisa hilang bila akar permasalahnya intoleransi dan radikalisme di biarkan. 


Intoleransi bagi Ken adalah pintu gerbang radikalisme dan terorisme, ketika seseorang tidak menerima perbedaan, yang benar hanya dia dan kelompoknya saja sementara kelompok lain salah, bahkan surga diklaim hanya diri dan kelompoknya sementara yang lain di cap masuk neraka.


Penindakan teroris penting, tapi bila pencegahan tidak dilakukan secara terstruktur, sistematif dan masif, maka persoalan terorisme tidak pernah hilang dan tetap akan dapat subur dinegeri ini. Tutup Ken.

Info lengkap https://kontraradikal.com/2021/03/03/ken-setiawan-terpapar-radikalisme-mahasiwa-ipb-nyaris-bunuh-orang-tua-karena-larang-ke-suriah/

Boleh dishare/bagikan.

Artikel.iniOK.com


Selasa, 02 Oktober 2018

Bara api "Arab Spring" ternyata masih belum padam....



Oleh: Denny Siregar

Bara api "Arab Spring"
 ternyata masih belum padam....
Hanya sekarang mereka memindahkan kekuatannya dari Timur Tengah ke Asia dimana Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia menjadi sasarannya.
Pola-pola mereka sebenarnya bisa tampak jelas di sini. Mereka masuk melalui tempat ibadah dengan membangun logika berdasarkan kebanggaan beragama dan ideologi khilafah. Sama persis seperti yang mereka lakukan di Suriah, Irak, Afghanistan, Libya dan banyak negara Timur Tengah lainnya.
Dan fokus mereka ada di Pilpres 2019 ini. Ini Pilpres menentukan bagi kelompok fundamental untuk menentukan peta kekuatan mereka selanjutnya.
Pertanyaannya, mereka akan menguat di kubu sebelah mana?
Lembaga Survey Indonesia atau LSI, Kamis, 24 September, mengumumkan hasil surveinya yang cukup mengagetkan bahwa pendukung Prabowo yang ingin Indonesia menjadi seperti Timur Tengah meningkat, dari Agustus 2018 yang sekitar 38,8 persen naik di bulan September 2018 menjadi 50 persen.
Kenaikan yang signifikan dalam waktu hanya satu bulan. Dan dari survei LSI juga terbaca bahwa pendukung Prabowo yang suka Indonesia khas Pancasila menurun drastis.
Ini menunjukkan bahwa kelompok agamis dan fundamentalis merapat ke Prabowo. Mereka-mereka inilah yang ingin Indonesia bisa menjadi seperti negara Islam seperti Timur Tengah. Dan mereka membutuhkan kekuatan politik yang kuat untuk mewujudkan cita-cita mereka.
Survei LSI ini seharusnya disikapi sebagai peringatan yang berbahaya, bahwa ada kekuatan luar yang ingin menjadikan negeri bineka ini sebagai negara Islam dengan model sistem NKRI bersyariah. Sistem yang tidak jauh dengan khilafah.
Dan Prabowo adalah "kuda tunggangan" yang baik karena ia membutuhkan suara demi kemenangannya. Karakter Prabowo yang selalu "welcome" pada setiap ideologi yang datang dan tidak tegas dalam menunjukkan nasionalismenya adalah kelebihan bagi kelompok fundamental ini. Mereka pasti akan all out untuk mendukung Prabowo, dengan segala cara, hoaks dan fitnah jika bisa.
Hasil survei ini juga menjadi peringatan buat benteng penjaga NKRI, yang ingin tetap menjaga negeri ini berada di bawah ideologi Pancasila. Jika Prabowo nanti memerintah, maka kelompok fundamental Islam yang terkenal intoleran dan radikal, akan menguasai banyak wilayah di NKRI dan mulai memberangus orang-orang atau lembaga yang berseberangan dengan mereka.
Ambil contoh saja kasus Meiliana di Tanjung Balai Sumatera Utara yang harus dipenjara karena mempermasalahkan bisingnya azan melalui toa. Kelompok fundamental ini terkenal dengan pemaksaan kehendaknya melalui kekuatan massa. Dan kekuatan massa ini bisa mempengaruhi penilaian aparat kepolisian dan pengadilan..
Jadi saya jujur agak heran juga dengan non muslim dan muslim moderat yang mendukung Prabowo sebagai Presiden di 2019. Apa mereka tidak sadar bahwa dampaknya akan membuat mereka makin tertekan dalam mewujudkan keadilan bersama sebagai anak bangsa?
Entahlah. Kadang logika tidak berjalan berdasarkan fakta, hanya emosi belaka.
Saya sendiri jelas akan melawan mereka dengan segala cara. Meski saya Islam, saya tidak mendukung adanya negara Islam seperti yang mereka cita-citakan. Saya cinta Indonesia dengan segala kebinekaannya.


Tags

Wow (171) Ragam (122) Tips (104) Inspirasi (74) Tekno (44) Lifestyle (23) Kuliner (14) Aneh Nyata (9) Renungan Cerdas (4) Kesehatan (3) Agama (2) Definisi Politik (2) Demokrasi Pancasila (2) Filsafat Politik (2) Kisah Nyata (2) Memilih Profesi (2) Nasihat Bijak (2) Radikalisme (2) Sejarah (2) Tokoh Dunia (2) Abdurrahman Wahid (1) Bahaya Gula (1) Bahaya Nasi (1) Batu Giok (1) Belas Kasihan (1) Berita Hoax (1) Biji Bijian (1) Biografy (1) Birgaldo Sinaga (1) Bisnis Wisata (1) Bom Nuklir (1) Bom Nunklir (1) Buddhist (1) Buku (1) Cerdas Kreatif (1) Croc Brain (1) Dana Trading (1) Demokrasi (1) Desain Logo (1) Disney Land (1) Dokumen Rahasia (1) Ego Pengertian (1) Egoisme (1) Egoistis (1) Egosentris (1) Ekonomi (1) Foto Grafer (1) Fungsi Air Putih (1) Fungsi Lada Hitam (1) Fungsi Makanan (1) Fungsi Smartphone (1) Ginjal (1) Harta Karun (1) Hypnowriting Teknik (1) Imlek (1) Jembatan (1) Kaki Diatas (1) Kasih Sayang (1) Kebaikan (1) Kebebasan (1) Kebiasaan Buruk (1) Kekuatan Super (1) Kelompok Radikal (1) Kenali Berita (1) Kesejahteraan Rakyat (1) King Kobra (1) Konsumsi Berlebihan (1) Kota Hindu (1) Kritik Bill Gates (1) Liberalisme (1) Lukisan (1) Lukisan Istana (1) Manfaat Trading (1) Manusia Modern (1) Melawan Kanker (1) Memutihkan Baju (1) Menghindari Semut (1) Mengkilapkan Kaca (1) Meritokrasi (1) Merusak Mobil (1) Momen Wisuda (1) Motivasi (1) Nasib Manusia (1) Negara Meritokrasi (1) Obat Kanker (1) Pahlawan (1) Pancasila (1) Para Jomblo (1) Pembasmi Kanker (1) Pembunuhan (1) Pengemis Gombal (1) Pengetahuan Praktis (1) Penuan Kulit (1) Penyeberangan (1) Penyerap Racun (1) Pertarungan BruceLee (1) Politik (1) Politik Praktis (1) Prajurit Kostrad (1) Pribumi (1) Produk Kecantikan (1) Renunang (1) Sejarah Presiden RI (1) Seni Hias Kue (1) Situasi Darurat (1) Sukses Hidup (1) Suku Tionghoa (1) Taman Hias (1) Tank Tentara (1) Telinga (1) Tingkah Laku (1) Tionghoa (1) Toleransi (1) Trik Belajar (1) Turunkan Berat (1) Uang Kotor (1) Waw (1) Wisata (1)

Follow Us