Latest News

Selasa, 06 April 2021

Kepada Bang Daniel Dhakidae, Kepada Siapa Saya Belajar Tentang Martabat.

Prof #Begawan Ilmu Sosial, Daniel Dhakidae.(1945-2021)

*Kepada Bang Daniel Dhakidae, Kepada* 
*Siapa Saya Belajar Tentang Martabat.*
Banyak cendekiawan mangkir dari ilmunya ketika dihadapkan pada kekuasaan.
Bang Daniel tidak mangkir sampai akhir..

Saya tidak suka orang sombong. Tapi saya punya perkecualian satu orang sombong yang saya hormati dan kagumi sepanjang lebih 20 tahun kami berteman.

Saya memanggil beliau Bang Daniel Dhakidae. Orangnya sombong. Dia pernah cerita Bahasa Inggris dia bagus sekali sehingga gampang saja dia masuk Cornell University di Amerika Serikat pada tahun 1984. Dia juga bercerita dia berlangganan Der Spiegel, sebuah majalah terpandang berbahasa Jerman, tentu karena dia mengerti Bahasa Jerman. Latin pun ia menguasai, suatu ilmu yang didapat dari dua seminari di Flores, St. Johanes Berchmans di Todabelu dan St. Peter di Ritapiret.

Dalam Bahasa Inggris mungkin lebih tepat: Bang Daniel is a proud, dignified man. Was a proud, dignified man.

Setelah kenal dengan Bang Daniel saya baru memahami, saya tidak punya masalah dengan orang yang tahu apa kelebihannya dan mengatakannya dengan “lempeng” seperti mengabari “Pagi ini cerah”. Saya, dan mungkin banyak orang, punya masalah dengan orang yang mengaku-aku yang tidak benar tentang dirinya dan terutama, merendahkan orang lain. Bang Daniel, sepanjang saya mengenalnya, tidak pernah merendahkan orang lain. Baik pujian maupun kritikan yang dia berikan untuk orang lain selalu pas.

Di tahun 2015, Bang Daniel menulis buku tentang 15 orang yang “Menerjang Badai Kekuasaan”. Dalam satu pertemuan, dia memberikan buku itu pada saya dengan catatan: “I hope you’ll enjoy reading about these angels and devils, defended themselves against power to develop the human dignities.”

Dalam buku itu memang dia menulis tentang tiga orang yang di zaman Orde Baru disebut kriminal: Muksin Tamnge, Kusni Kasdut, dan Henky Tupanwael. Tapi saya tidak akan kaget juga kalau ternyata yang dia maksud “angels” dan “devils” tidak sehitam putih yang kita pikir.

Pemikiran-pemikiran Bang Daniel tajam (incisive) ketika menganalisis manusia dan peristiwa. Tulisan-tulisannya bersih dari penghakiman tetapi juga di sana dan di sini, ada luapan emosi yang pas, yang membuat pembaca bergelora.

Bang Daniel menulis menggunakan tanda seru! Sebagai sesama penulis, saya paham betul, tanda seru bukan sembarang tanda baca. Tidak seperti tanda tanya yang bisa kita gunakan di tulisan tanpa berpikir panjang, kita harus berpikir berulang-ulang ketika memutuskan menggunakan tanda seru. Tapi tanda seru Bang Daniel selalu pas, selalu ada di tempat yang terbaik.

Saya pertama kali “mengenal” Bang Daniel dari disertasi beliau: The State, the Rise of Capital, and the Fall of Political Journalism: Political Economy of Indonesian News Industry”. Disertasi yang terbit tahun 1991 itu beredar di kalangan mahasiswa Universitas Gadjah Mada, terutama di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, di tahun 1990an. Sebagai mahasiswa yang memiliki aspirasi menjadi jurnalis, saya memfotokopi disertasi dia.

Sampai hari ini, disertasi tersebut masih menjadi satu rujukan terbaik mengenai sejarah jurnalisme di Indonesia. Saya harap semua jurnalis membacanya. Beliau menggambarkan dengan analisis yang terang bagaimana Orde Baru membunuh surat kabar-surat kabar yang politis dan menggelar keadaan di mana Kompas, sebuah surat kabar dari Partai Katolik yang kecil dan tidak terlalu dipandang, naik menjadi koran terbesar hingga saat ini.

Disertasinya merupakan kritik tajam bagi Kompas, tetapi Kompas malah merekrut Bang Daniel menjadi kepala Penelitian dan Pengembangan (Litbang Kompas). Waktu saya mahasiswa di tahun 1990an, kami menganggap Litbang Kompas, di bawah kepemimpinan Bang Daniel, sebagai satu institusi yang sangat keren.

Di tahun 1999, kalau tidak salah, saya berpapasan dengan buku tentang “precision journalism”, suatu praktik yang berkembang menjadi jurnalisme data hari ini. Ketika saya membaca buku itu, saya berpikir, ini adalah jurnalismenya Litbang Kompas dan kami, para mahasiswa, perlu belajar dari Litbang Kompas. Di tahun-tahun itu, mahasiswa sering kirim-kirim proposal acara seminar pada beberapa media, untuk dijadikan sponsor. Saya iseng kirim proposal ke Litbang Kompas. Ini proposal pencarian dana saya yang pertama sepanjang hidup.

Suatu hari, ada telepon dari Litbang Kompas masuk ke pesawat telepon kos-kosan saya di Yogyakarta. Bang Daniel sendiri yang menelepon saya, beliau mengatakan sudah membaca proposal dan tertarik untuk membiayai. Saya gugup setengah mati. Di ujung kabel telepon di Jakarta, adalah seseorang yang namanya saya tulis di banyak catatan kaki di makalah-makalah saya di Ilmu Komunikasi UGM. Disertasi beliau juga yang saya jadikan rujukan pengetahuan untuk penelitian saya mengenai surat kabar partai di tahun 1950an.

Sejak saat itu, Bang Daniel menjadi mentor saya bukan hanya mengenai jurnalisme dan pemikiran intelektual tetapi juga mengenai berpikir tajam dan adil, dan bagaimana menjadi seseorang yang bermartabat sampai akhir.

Setiap saya mengalami naik turun dalam hidup, saya mengabari beliau. Ketika saya memutuskan mundur dari The Jakarta Post dan membuat inisiatif jurnalisme saya sendiri saya pun bercerita. Beliau selalu mendukung saya, termasuk memberi saya pekerjaan kecil, menerjemahkan satu artikel untuk Prisma, karena beliau khawatir saya kekurangan uang setelah tidak bergaji tetap lagi.

Terakhir saya berkomunikasi dengan beliau adalah ketika saya mengirimkan pitch deck untuk Project Multatuli, inisiatif jurnalisme terbaru saya, pada tanggal 31 Maret 2021, kurang dari seminggu sebelum beliau meninggalkan dunia ini. Beliau memberi komentar pada proposal kami, dan saya dengan bangga sebar-sebarkan komentar beliau pada teman-teman lain. Sampai akhir, beliau selalu menjadi mentor saya sehingga kata-kata singkat dari beliau sungguh terasa berharga.

Beliau sendiri jarang cerita pada saya. Dia hanya sempat cerita sedikit, betapa dia kesulitan menghadapi kematian istrinya, Lilly Dhakidae pada tahun 2019. Dalam setiap ucapan terima kasih yang beliau tulis dalam bukunya, Bang Daniel selalu menyebut “Lilly” sebagai orang yang menjadi “mandor tanpa persetujuan penulis” sehingga buku bisa selesai. Dia juga tidak mengatakan pada saya bahwa, ternyata, ketika kami bercakap-cakap singkat di aplikasi pesan dia sudah beberapa kali harus ke rumah sakit. Saya mendapatkan cerita ini dari seseorang yang mengetahui dari sopirnya, tetapi diminta merahasiakan.

Bang Daniel adalah seorang intelektual yang terhormat sampai akhir hayatnya. Banyak cendekiawan mangkir dari ilmunya ketika dihadapkan pada kekuasaan. Bang Daniel menyunting buku “Cendekiawan dan Kekuasaan Dalam Negara Orde Baru” sebuah buku yang “memeriksa kaum cendekiawan dalam pergulatannya dengan kekuasaan, modal, dan kebudayaan…”.

Ketika polarisasi politik di tahun-tahun terakhir memecah belah rakyat Indonesia, dan mengulang episode-episode “Cendekiawan dan Kekuasaan”, Bang Daniel tidak goyah. Konsisten dengan apa yang dia analisis dan tulis, Bang Daniel tidak pernah merapat pada kekuasaan, sesuatu yang sejak beliau muda, kalau mendengar cerita-cerita pemberontakan beliau di berbagai institusi, tidak pernah “appealing” atau menarik baginya.

Sebagai pemimpin dan orang penting dalam Jurnal Prisma, sebuah jurnal populer terpandang yang bereputasi baik, Bang Daniel berhasil menorehkan kepercayaan rakyat pada para cendekiawan di Indonesia, bahwa terus menerus bersikap kritis pada kekuasaan adalah mungkin, dan hal terhormat yang bisa dilakukan seseorang.

Sebagai seseorang yang lebih muda daripada para tokoh seumuran Bang Daniel (75 tahun ketika beliau meninggal) saya kerap melihat orang-orang tua yang menjadi tidak lagi terhormat. Sering saya berkata pada diri saya sendiri, jangan sampai nanti saya jadi begitu kalau tua.

Bang Daniel adalah seorang mentor, senior yang saya hormati, dengan integritas yang utuh, sampai akhir. Saya ingin seperti beliau, meninggalkan dunia ini dengan tanpa penyesalan setitik pun tentang kepada siapa saya berpihak sepanjang hidup saya.(artikel.iniok.com)

Evi Mariani
Jurnalis, Project Multatuli, 6 April 2021
Source : https://evimariani.medium com/kepada-bang-daniel-dhakidae-kepada-siapa-saya-belajar-tentang-martabat-4e8ee3216072

Senin, 05 April 2021

[Denny JA] Sendirian Kutembak Markas Polisi Aku Sudah Mati.....

 

“SENDIRIAN, KUTEMBAK MARKAS POLISI, ENAM KALI” (1)

Denny JA

“Aku sudah mati.
Ketika peluru  menembus jantungku,
rasa sepi itu datang kembali.”

“Rasa sepi itu, Ibu.
Yang sering kuceritakan padamu.
Sejak aku SMP.”
Kini datang padaku.
Lewat nyeri di jantungku.”

“Tapi rasa sepi kali ini,
jauh lebih hening.”

“Sebelum aku mati,
Namamu yang kusebut, Ibu.
Aku seolah seperti bayi kembali.
Yang kau timang- timang.”
“Lalu,
 akupun mati.”

“Maafkan Aku, Ibu.
Jika kematianku,
masih juga merepotkanmu.”

“Dari alam sana, aku mendengar.
Riuh rendah komentar orang-orang.
Mereka bilang, aku nekad.
Aku kena gangguan jiwa.”

“Aku terlalu berani.
Sendirian menyerang Mabes Polri.
Menembakkan pistol pula.
Dor, Dor, Dor.
Enam peluru.”

“Engkau tahu, Ibu.
Hanya engkau yang tahu.
Bukannya aku berani.
Tapi tinggal itu pilihanku.
Untuk memberi manfaat padamu.
Menyiapkan jalan untukmu,
untuk keluarga kita.
Abadi, di tempat layak,
di Akherat, kelak.”

-000-

Di rumah itu,  di Jakarta,
petugas polisi tiba.
Ibu, Ayah dan kakak,
menyambut di ruang tamu.

Polisi perlu mendalami.
Dari mana sang Putri, peroleh senjata air softgun?
Mengapa Putri nekad?
Siapa yang membantu Putri.
Adakah jaringan yang menggerakkan Putri?

“Silahkan Ibu, 
Ceritakan segala.”
Pak Polisi merekam percakapan.

Belum sempat berkata,
Ibu menangis,
tersedu-sedu.
Tak sempat terucap satu kata.
Kakak memeluk Ibu.
Menenangkannya.
Tapi malah Kakak ikut menangis.

Ayah menyela:
“Boleh saya saja, yang bicara pak Polisi?”
“Silahkan.” 
Pak Polisi diam. Menyimak.

“Sejak dua tahun lalu,
Putri sering menyendiri.
Ia tak lagi mau kuliah.
Juga tak bergaul.
Ia dikamar saja.
Hanya handphone dan laptop temannya.”

“Berapa kali ketika sholat subuh.
Putri bahkan belum tidur.
Ia lagi bimbang, katanya.” (2)

“Saya tanya, bimbang apa?”
Putri berkisah.
Seolah ada suara.
Ia mendapat tugas istimewa.
Menyelamatkan negara.
Berjuang untuk agama.”

“Sejak dua tahun lalu, saya khawatir, pak Polisi.”

“Pernah dibawa ke psikiater?,” tanya pak Polisi.
“Putri tak mau.
Ia malah marah.
Menangis.
Saya tidak sakit jiwa, Ayah.
Kok mau dibawa ke psikiater.”

“Akhirnya saya datangkan, guru agama.
Kata Pak Guru, Putri sedang krisis iman.
Terus saja ajak Putri berdoa.
Nanti sembuh sendiri.”

“Begitulah kondisinya sehari- hari.
Saya bahkan beberapa kali menjodohkan Putri.
Sudah ada tiga lelaki yang saya bawa ke sini.
Jika punya suami, mungkin berbeda prilaku.
Tapi Putri tak mau.”

“Saya sudah upayakan semua, pak Polisi.”

-000-

“Ibu sendiri melihat gejala apa pada Putri?”
Pak Polisi tetap ingin mendengar pandangan Ibu.
Dari data sementara,
terasa cinta Putri pada Ibu sangat ekstra.

Kembali Ibu menangis.
Hanya menangis saja.

Kakak yang meneruskan kisah.
“Putri kerjanya hanya online, pak polisi. (3)
Ia sering mendengar ceramah agama.”

“Kami semua di sini,
Muslim yang taat.
Tapi paham Putri ini beda.
Beda banget.”

“Saya pernah membentak, Putri.
Ia melarang Ibunya simpan uang di bank.
Katanya itu melawan agama.
Waktu pemilu lalu.
Putri juga melarang semua mencoblos.
Katanya, jangan memilih orang zolim.
Semua mereka hanya ingin mengganti hukum dari Tuhan.” (4)

Pak polisi, diam saja.
Menyimak.

“Dari mana Putri dapatkan pistol itu? Yang Ia bawa ke Mabes Polri?”

Ayah menyela:
“Itu juga saya heran, pak Polisi.
Kok bisa bisanya, Ia punya pistol?”
Padahal Ia tak punya teman.”

-000-

Terbata lalu, Ibu ikut bercerita.
“Seminggu sebelum wafat, Putri sempat curhat.
Katanya, Ia kesepian.
Hampa.”

“Saya membujuknya, untuk kuliah lagi.”
Ia tak mau.
Itu ilmu orang kafir, alasannya.”

“Bagaimana cari kerja?
Kamu akan punya penghasilan.
Punya kegiatan.”

“Tapi memang ini era virus corona.
Bagaimana mau kerja?
Yang ada, PHK dimana- mana.”

Kembali, Ibu menangis.
Sambil berkata, terbata: 
“Entah mengapa saat itu,
Putri berkali- kali minta.
Agar Ibu memaafkannya.
Sebersih- bersihnya.”

“Saya tak ingin menjadi benalu, Ibu,” seru Putri.
Berkali- kali.
“Saya tidak kuliah.
Tidak kerja.
Tidak menikah.
Tidak punya teman.”

“Tapi saya sudah ketemu solusi,” ujarnya.
“Insha Allah, Ibu akan bangga.
Insha Allah,  bermanfaat buat Ibu dan keluarga.”

“Solusi apa, Nak,” tanya saya.
Saya mulai curiga.
Tapi Putri diam saja.
Erat sekali Ia memeluk saya.
Sambil menangis.
Cegugukan.”

“Saat itu, sungguh Ibu tak mengerti.”

“Ya, Allah, Ibu tak menduga.
Jika ini solusinya.
Ia berkorban.
Ia nekad sendirian ke Mabes Polri.
Karena meyakini,
Ini jalan sahid.”

“Ya Allah, anakku.
Kok begitu.
Mana Ibu tega jika itu solusinya.”

“Ampun, Nak.
Jangan berkorban seperti ini.”
Kembali Ibu menangis.
Dada terguncang-guncang.

-000-

Di kantor, 
Pak Polisi terdiam.
Hari sudah malam.
Larut.
Sepi.

Apa yang harus Ia simpulkan?

Putri ini terlalu lugu untuk disebut teroris.
Ia terkena ganguan jiwa pula.

Dari laptop, terus Pak Polisi pelajari.
Apa itu Lone Wolf Terorism?
Apa itu Individu, atau kelompok kecil yang bergerak sendiri.
Tak lagi berhubungan dengan organisasi besar terorisme.

Dilihatnya data itu.

Peristiwa seperti Putri.
Terjadi di banyak negara.
Dari Asia hingga Australia.
Dari Afrika hingga Amerika.
Dari Eropa hingga Timur Tengah.

Putri sudah mati.
Tapi siapa yang bisa bantah?
Di berbagai belahan Nusantara,
tengah tumbuh Putri- Putri yang lain.***

April 2021.

CATATAN

(1). Kisah ini sepenuhnya fiksi, walau diinspirasi oleh kisah sebenarnya dari Zakiah Aini

https://news.detik.com › berita7 Fakta Baru Zakiah Aini Serang Mabes Polri Pakai Air Gun

(2). Banyak Lone Wolf Terrorism ditandai oleh mental illness, antara lain gejala Schizoprenia

https://www.worldscientific.com › doiWeb resultsLone Wolf Violent Extremism and Mental ...

(3). Pengetahuan soal terorisme justru kini banyak didapatkan melalui Online.

https://elearning.osce.org › aboutPreventing and Countering the Use of the Internet for ...

(4) Paham agama Putri agak menyempal. Ia menghidupkan permusuhan tinggi kepada simbol pemerintahan yang dianggapnya zolim.

https://www.pikiran-rakyat.com › ...Web resultsSebut Pemerintah Thogut, Berikut Isi Lengkap Surat ...
Artikel.iniok.com


Masalahnya Bukan China Melainkan Amerika Serikat

 

Penulis: Vijay Prashad, Sejarawan India, Jurnalis ....

DIA sangat tajam, sama seperti intelektual lain di luar AS, mereka dapat melihat dengan jelas apa yang terjadi dengan AS dan apa sebenarnya masalahnya .....

 Judul: 
*Tuan Blinken benar-benar memiliki 'penutup mata'*.

*Masalahnya BUKAN China, tapi Amerika Serikat*.

AS telah menipu dunia terlalu lama, dengan retorikanya yang halus dan manis melalui kontrol media, dengan dasar moral yang tinggi dari hak asasi manusia, kebebasan berbicara, demokrasi, dll., Ketika dirinya sendiri adalah salah satu pelanggar utama, bukan  hanya di AS sendiri tetapi di seluruh dunia.

AS dengan dalih palsu mengebom Libya, Suriah, Irak, Afghanistan dan Yaman (melalui proksi) antara lain, menciptakan bencana pengungsi manusia yang harus ditanggung oleh Eropa.

AS selama beberapa dekade telah menjadi Kerajaan Jahat, sebenarnya itu adalah banteng di toko China.
Ini juga telah mengguncang banyak negara Amerika Latin, dan sekarang karma telah muncul di perbatasan selatannya dengan pengungsi.

Saya setuju bahwa Tuan Blinken adalah versi Mike Pompeo yang lebih tampan (Versi 2), tetapi mereka sama, melaksanakan keinginan Kompleks Militer Amerika.

Orang Amerika tidak mengikuti hukum atau perintah internasional apa pun, meskipun mereka terus mengeluh tentang hal itu.

Mereka berada di atas hukum dan melakukan apa yang mereka suka.
Singkatnya, mereka adalah pengganggu besar dan sekarang bajingan di Panggung Internasional.

Pada pertemuan baru-baru ini di Alaska, delegasi AS diberitahu untuk... off, China memberi kuliah lebih lama kepada AS tentang bantahan.

*AS meminta China untuk tidak menindas anjing pangkuan Amerika, Australia dengan mengenakan tarif pada barang-barang Australia, tetapi tidak apa-apa bagi AS untuk mengenakan tarif pada barang-barang China*.
Orang Australia sekarang merasakan tekanan dan AS sekarang mencoba untuk mengeluarkan Australia dari parit... lebih kasar keluar dari kotoran yang didorong Amerika ke dalam orang Australia.

Dunia sekarang membutuhkan China lebih dari China membutuhkan dunia ... itu debat dengan sendirinya, untuk hari lain.

AS telah kembali ke diplomasi kapal perang.

Selain membentuk Quad, AS telah meminta dan Inggris serta Prancis sama-sama memenuhinya dengan masing-masing mengirimkan sebuah kapal perang ke Samudra Pasifik, dari armadanya yang sangat menipis.

Kali ini, China tidak akan terintimidasi. Sayangnya, orang Amerika salah, bahwa hanya karena Barat memenangkan Perang Dingin melawan Uni Soviet, mereka dapat memenangkan Perang Dingin, Perang Dagang melawan China.

Cina adalah raksasa yang diramalkan Napolean akan bangun suatu hari dan sekarang telah terbangun.

China telah membebaskan 700 hingga 900 juta orang keluar dari kemiskinan, sementara semakin banyak orang Amerika yang jatuh di bawah garis kemiskinan.

Apakah makanan dan papan, bukan hak asasi manusia?

*Kemajuan CHINA tidak datang dari eksploitasi negara lain, seperti penjajahan, pemerkosaan dan penjarahan, dan penghancuran negara lain, tetapi melalui kerja keras dan kerja keras dan air mata para petani dan rakyat China*.

Jangan lupakan penderitaan 60 juta generasi Tiongkok yang Hilang / Rusak. Mereka adalah anak-anak yang tumbuh besar, yang 'ditinggalkan' oleh ayah dan ibu mereka yang meninggalkan pedesaan mereka untuk bekerja di pabrik-pabrik di kota-kota dan kawasan ekonomi.  Anak-anak tidak bisa melihat orang tua mereka setidaknya selama satu tahun atau bahkan lebih lama... harga sosial yang luar biasa telah dibayarkan, sehingga konsumen Amerika dapat menikmati barang-barang murah.

Pada aksi unjuk rasa setelah aksi unjuk rasa, Trump mencabut sentimen anti China dan anti China dengan menuduh China memperkosa, menjarah, dan merampok orang Amerika karena defisit perdagangan tahunan yang berulang selama bertahun-tahun sekitar US $ 550 Miliar.

*Pertanyaan yang bisa ditanyakan dunia adalah, apakah China menodongkan senjata ke AS untuk memaksanya membeli produk China, tidak seperti saat Barat memaksa China untuk membeli opiumnya*.

AS membeli barang-barang Cina karena menguntungkan Konsumen Amerika.... itu membantu menekan inflasi di Amerika. Apa yang Trump tidak beri tahu kepada publik Amerika adalah bahwa setiap tahun Perusahaan AS di China mencium pendapatan hingga US 750 Miliar.

Siapa yang memaksa perusahaan Amerika untuk pergi dan beroperasi di China?

Barat, Amerika dan Eropa telah berkembang dengan mengurbankan negara dan masyarakat AAA (Afrika, Asia, Aborigin).... melalui penjajahan, eksploitasi, pembunuhan, perbudakan, dll.

Enough is Enough, 500 tahun kutukan telah berakhir.

Abad ke-21 adalah abad Asia dan Wanita akan mendominasi.

Biden menyebut Putin sebagai Pembunuh dan Presiden Xi seorang preman.

*Kebenaran dan fakta tak terbantahkan adalah Amerika dan Inggris telah membunuh paling banyak orang tak bersalah dalam seluruh sejarah manusia*.

*Bagaimana Amerika, sebuah bangsa yang berumur sekitar 240 tahun bisa menceramahi peradaban Cina yang berumur 5000 tahun?*

 Kebijakan luar negeri Wild Wild West di AS kali ini tidak akan bekerja melawan 'Seni Perang' Sun Tzu China.

*Sayangnya, AS saat ini adalah teroris dan gangster terbesar di dunia dan merupakan ancaman bagi perdamaian internasional dan peradaban manusia*.

*Saatnya Amerika Bertobat*.

Jangan heran jika suatu hari, misil Rusia dan China menghujani AS... jika AS tetap bertahan dengan mimpi basahnya bahwa Tuhan menciptakan Amerika dan Mickey Mouse menciptakan seluruh dunia.
Artikel.IniOk.com

Jumat, 02 April 2021

Hati-Hati Mengeluarkan Kata-Kata Kepada Teman Dan Saudara Kita, Bisa Kata Itu Menjadi Racun.

Hati-Hati Mengeluarkan Kata-Kata Kepada Teman 
Dan Saudara Kita, Bisa Kata Itu Menjadi Racun.
Kata-Kata Beracun
Kata-Kata Bisa Menciptakan Surga Atau Neraka Di Dunia.

1. Saudara laki2nya bertanya saat kunjungan seminggu setelah adik perempuannya melahirkan : "Hadiah apa yang diberikan suamimu setelah engkau melahirkan ?"
"tidak ada" jawab adiknya pendek.
Saudara laki2 nya berkata lagi : "Masa sih, apa engkau tidak berharga disisinya ? aku bahkan sering memberi hadiah istriku walau tanpa alasan yang istimewa".
Siang itu, ketika suaminya lelah pulang dari kantor menemukan istrinya merajuk dirumah, keduanya lalu terlibat pertengkaran. Sebulan kemudian, antara suami istri ini terjadi perceraian.

Dari mana sumber masalahnya ?
Dari kalimat sederhana yang diucapkan saudara laki2 kepada adik perempuannya

2.Saat arisan seorang ibu bertanya : "Rumahmu ini apa tidak terlalu sempit ? bukankah anak2 mu banyak ?".

Rumah yang tadinya terasa lapang sejak saat itu mulai dirasa sempit oleh penghuninya. Ketenangan pun hilang saat keluarga ini mulai terbelit hutang kala mencoba membeli rumah besar dengan cara kredit ke bank.

3. Seorang teman bertanya : 'Berapa gajimu sebulan kerja di toko itu ?".
Ia menjawab : "1,5 juta rupiah". "Cuma 1,5 juta rupiah? sedikit sekali ia menghargai keringatmu. Apa cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupmu ?".

Sejak saat itu ia jadi membenci pekerjaannya. Ia lalu meminta kenaikan gaji pada pemilik toko, pemilik toko menolak dan mem PHK nya. Kini ia malah tidak berpenghasilan dan jadi pengangguran.

4. Seseorang bertanya pada kakek tua itu : "Berapa kali anakmu mengunjungimu dalam sebulan ?" Si kakek menjawab : "Sebulan sekali".
Yang bertanya menimpali : "Wah keterlaluan sekali anak2mu itu. Diusia senjamu ini seharusnya mereka mengunjungimu lebih sering".

Hati si kakek menjadi sempit padahal tadinya ia amat rela terhadap anak2 nya. Ia jadi sering menangis dan ini memperburuk kesehatan dan kondisi badannya.

Apa sebenarnya keuntungan yang kita dapat ketika bertanya seperti pertanyaan2 diatas ?.

Jagalah diri dari mencampuri kehidupan orang lain.
Mengecilkan dunia mereka. Menanamkan rasa tak rela pada yang mereka miliki. Mengkritisi penghasilan dan keluarga mereka dst dst.
Kita akan menjadi agen kerusakan di muka bumi dengan cara ini. Bila ada bom yang meledak cobalah introspeksi diri, bisa jadi kitalah yang menyalakan sumbunya.

Semoga bermanfaat....😃👍🏼
Change the word
Change the world

1 kata negatif terucap , akan timbul 9 kata negatif lainnya.
1 kata positif terucap, akan timbul 9 kata positif lainnya

Kamis, 01 April 2021

Pulau Dewata, Pulau Terbaik Kedua Didunia

*Pulau Dewata, Pulau Terbaik* 
*Kedua Didunia*
Pulau Dewata Dinobatkan Sebagai Pulau Terbaik Kedua di Dunia [2015]

*Pulau Bali, pulau kecil yang ada di kepulauan Indonesia yang kita cintai* ini kembali dinobatkan sebagai pulau terbaik kedua di dunia dan terbaik pertama di Asia mengalahkan pulau-pulau yang indah dan cantik di seluruh dunia versi majalah Travel+Leisure (2015)

*Kita tentu sangat bangga dengan kepercayaan yang masih di berikan oleh masyarakat dunia kepada pulau Bali* terhadap keindahan alam, keunikan budaya dan keramah-tamahan orang nya.

Indonesia adalah negara kepulauan yang mempunyai pulau terbanyak di dunia, masih banyak pulau-pulau yang cantik dan indah yang dimiliki oleh Indonesia selain pulau Bali, hanya saja mereka belum mengetahuinya.

*Urutan peringkat pulau terbaik di dunia*
1.   Galápagos Islands - Equador (score: 90.82)
2.   Bali - Indonesia (score: 88.98)
3.   Maldives (score: 88.53)
4.   Tasmania - Australia (score: 88.32)
5.   Santorini - Yunani (score: 87.93)
6.   Moorea - French Polynesia (score: 87.90)
7.   Maui - Hawaii (score: 87.89)
8.   Kauai - Hawaii (score: 87.88)
9.   Great Barrier Reef - Australia (score: 87.31)
10. Malta (score: 86.90)

*Urutan peringkat pulau terbaik di Asia*
1.   Bali - Indonesia (score: 88.98)
2.   Maldives (score: 88.53)
3.   Phuket - Thailand (score: 79.22)
M
#Awards #Island #World #Bali #Travel #Indonesia #Wisata
Sumber: http://www.travelandleisure.com/worlds-best/islands#overall

Tags

Abdurrahman Wahid (1) Agama (3) Ahok (1) Aneh Nyata (9) Arabisasi (1) Arti Politik (1) Bahaya Game (1) Bahaya Gula (1) Bahaya Nasi (1) Bali (1) Batik (1) Batu Giok (1) Belas Kasihan (1) Berita Hoax (1) Biji Bijian (1) Biografy (2) Birgaldo Sinaga (1) Bisnis Wisata (1) Bom Nuklir (1) Bom Nunklir (1) Buddhist (1) Buku (1) Cerdas Kreatif (1) Croc Brain (1) Dana Trading (1) Definisi Politik (2) Demokrasi (1) Demokrasi Pancasila (2) Denny JA (2) Desain Logo (1) Disney Land (1) Dokumen Rahasia (1) Ego Pengertian (1) Egoisme (1) Egoistis (1) Egosentris (1) Ekonomi (1) Filsafat Politik (2) Foto Grafer (1) Fungsi Air Putih (1) Fungsi Lada Hitam (1) Fungsi Makanan (1) Fungsi Smartphone (1) Gaptek (1) Ginjal (1) Harta Karun (1) Hypnowriting Teknik (1) Identias (1) Imlek (1) Inspirasi (74) Islam Nusantara (1) Jembatan (1) Kaki Diatas (1) Kasih Sayang (1) Kebaikan (1) Kebebasan (1) Kebiasaan Buruk (1) Kekuatan Super (1) Kelompok Radikal (1) Kenali Berita (1) Kesehatan (3) Kesejahteraan Rakyat (1) King Kobra (1) Kisah Nyata (2) Konsumsi Berlebihan (1) Kota Hindu (1) Kritik Bill Gates (1) Kuliner (14) Liberalisme (1) Lifestyle (23) Lintas Agama (2) Lukisan (1) Lukisan Istana (1) Manfaat Trading (1) Manusia Modern (1) Melawan Kanker (1) Memilih Profesi (2) Memutihkan Baju (1) Menghindari Semut (1) Mengkilapkan Kaca (1) Meritokrasi (1) Merusak Mobil (1) Michelle Obama (1) Miras (1) Mobil Listrik (1) Momen Wisuda (1) Motivasi (1) Nasib Manusia (1) Nasihat Bijak (3) Negara Meritokrasi (1) NKRI (1) Obat Kanker (1) Oligarchy (1) Pahlawan (1) Pancasila (1) Para Jomblo (1) Pembasmi Kanker (1) Pembunuhan (1) Pengemis Gombal (1) Pengetahuan Praktis (1) Penuan Kulit (1) Penyeberangan (1) Penyerap Racun (1) Pertarungan BruceLee (1) PKI (1) Politik (1) Politik LN (2) Politik Praktis (1) Prajurit Kostrad (1) Pribumi (1) Produk Kecantikan (1) Pulau Terindah (1) Radikalisme (2) Ragam (122) Renunang (1) Renungan Cerdas (4) Resensi Buku (1) Sejarah (2) Sejarah Presiden RI (1) Seni Hias Kue (1) Situasi Darurat (1) Soekarno (1) Sukses Hidup (1) Suku Tionghoa (1) Taman Hias (1) Tank Tentara (1) Tekno (44) Telinga (1) Tingkah Laku (1) Tionghoa (1) Tips (104) Tokoh Dunia (2) Toleransi (1) Trik Belajar (1) Turunkan Berat (1) Uang Kotor (1) Waw (1) Wisata (1) Wow (171)